Inilah 43 Asuransi Terbaik 2010!

Jakarta - Kinerja industri asuransi di Indonesia pada tahun 2009 terlihat gemilang di tengah krisis ekonomi global.

Hal itu dapat dilihat dari melonjaknya pendapatan asuransi yang ditopang hasil investasi maupun underwriting. Dalamk ondisi bisnis yang mulai pulih, Media Asuransi menyerahkan Insurance Award 2010 kepada 43 perusahaan asuransi yang menunjukkan kinerja terbaik berdasar laporan keuangan per 31 Desember 2009.

Para penerima penghargaan ini terbagi dalam dua kategori, yakni Best Insurance 2010 dan Good Insurance. Penerima kategori Best Insurance terdiri dari 12 perusahaan asuransi umum, 9 perusahaan asuransi jiwa, dan 3 perusahaan re asuransi. Sedangkan untuk kategori Good Insurance 2010 ada 12 perusahaan asuransi umum, 6 perusahaan asuransi jiwa, dan 1 perusahan re asuransi.

Perusahaan-perusahaan asuransi ini menjadi yang terbaik dari total 132 perusahaan asuransijiwa, umum dan re asuransi yang ada. Dari 132 perusahaan itu, ada 36 perusahaan yang tidak ikut proses pemeringkatan. Dari jumlah itu, 17 perusahaan asuransi jiwa dan 19 perusahaan asuransi umum. Dua perusahaan tidak disertakan dalam proses pemeringkatan karena alasan khusus, yakni AJB Bumiputera 1912 (bentuknya mutual, bukan perseroan terbatas) dan MAIPARK Indonesia karena lebih berfungsi sebagai pool asuransi. Sedangkan

34 perusahaan memang tidak memenuhi persyaratan, yakni harus membukukan laba tahun 2008 dan 2009, memiliki RBC minimal 120 persen,menerbitkan laporan keuangan di koran paling lambat tanggal 30 April 2010, danmendapat opini ‘Wajar Tanpa Pengecualian’

dari akuntan publik atas laporan keuangan.

Perusahaan-perusahaan yang lolos seleksi awal ini lantas dikelompokkan, ada 4 kelompok asuransi umum berdasarekuitas (modal sendiri) di atas Rp250 miliar, Rp100-250 miliar, Rp50-100miliar, dan kurang dari Rp50 miliar. Di asuransi jiwa ada 3 kelompok, di atas Rp250 miliar, Rp100-250 miliar dan kurang dari Rp100 miliar. Sedang reasuransi hanya satu kelompok. (Hasil

pemeringkatan lihat lampiran). Mengenai penilaian, ada 9 kriteria untuk masing-masing industri. Untukasuransi umum dan re asuransi, kriteria penilaian meliputi: Pertumbuhan Premi Langsung, Tingkat Penyelesaian Klaim, Pertumbuhan Hasil Underwriting, Pertumbuhan Hasil Investasi, Rasio Investasi, Total Assets Turn Over (TATO), Rasio Kualitas Assets, Pertumbuhan Laba, dan Return on Equity (RoE). Untuk asuransi jiwa, criteria penilaiannya: Skala Ekonomi (Size), Pertumbuhan Cadangan Teknis, Pertumbuhan Hasil Underwriting, Pertumbuhan Hasil Investasi, Rasio Investasi, Total Assets Turn Over (TATO), Rasio Kualitas Assets, Pertumbuhan Laba, dan Return on Equity (RoE). Kinerja Meningkat Pemulihanekonomi yang terbilang cepat pada tahun 2009, terutama sektor keuangan, langsung dirasakan pelaku industri asuransi jiwa. Tak mengherankan jika labaindustri –43 perusahaan asuransi jiwa— melonjak 293 persen. Peningkatan laba ini ditopang oleh melonjaknya hasil investasi yang tumbuh 1.448,63 persen, dari merugi Rp1,58 triliun di tahun 2008 menjadi sebesar Rp21,34 triliun di tahun lalu. Sementara itu, pertumbuhan premi bruto asuransi jiwa 2009 sebesar 23,83 persen, dari Rp49,49 triliun ditahun 2008 menjadi Rp61,28 miliar di tahun lalu.

Adapun asuransi terbaik 2010 terdiri dari PT Asuransi Adira Dinamika, PT Panin Insurance Tbk, PT Asuransi Ekspor Indonesia, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk, PT Tugu Reasuransi Indonesia (Persero), PT Reasuransi Internasional Indonesia.

Kemudian PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk, PT Lippo General Insurance Tbk, PT Asuransi Central Asia, PT Reasuransi Nasional Indonesia, PT Asuransi Jaya Proteksi, PT Asuransi Jiwasraya (Persero), PT Asuransi Reliance Indonesia, PT Asuransi Cigna, PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967, PT Asuransi Jiwa Mega Life, PT Asuransi Bina Dana Arta, PT Prudential Life Assurance, PT Asuransi Indrapura, PT AIA Financial, PT Asuransi Raksa Pratikara, PT Panin Life Tbk.

Selanjutnya PT Asuransi Mitra Maparya, PT Asuransi Jiwa Sequis Financial, PT Asuransi Purna Artanugraha, PT BNI Life Insurance PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk, PT Asuransi Takaful Keluarga, PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur, PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha, PT Arthagraha General

Insurance PT Asuransi Jiwa Syari’ah Mubarakah, PT Asuransi Buana Independent, PT Batavia Mitratama Insurance, PT Heksa Eka Life Insurance, PT Asuransi Artarindo, PT MAA Life Assurance, PT Asuransi Karyamas Sentralindo, PT Asuransi Winterthur Life Indonesia Good Insurance Good Insurance, PT

Citra International Underwriters, PT Multicor Life Insurance, PT Asuransi Bhakti Bayangkara, PT Asuransi Dharma Bangsa. [cms]
http://www.inilah.com/news/read/ekonomi/2010/06/24/621641/inilah-43-asuransi-terbaik-2010/

Premi Asuransi Migas Turun 27%

JAKARTA. Harapan BP Migas agar premi asuransi aset Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas (migas) bisa turun, akhirnya terkabul juga. Sumber KONTAN yang mengetahui detil persoalan ini mengungkapkan, premi asuransi migas untuk dua tahun kedepan turun cukup signifikan.

Premi asuransi migas yang semula US$ 72 juta per dua tahun, lantas turun menjadi US$ 59 juta per dua tahun.Premi baru ini berlaku mulai Mei 2010 hingga tahun 2012.

“Saya kira ini merupakan salah satu keberhasilan Tim Dinas Managemen Risiko BP Migas yang baru. Mereka berhasil melakukan presentasi yang baik sehingga premi asuransi migas ini bisa turun hingga 27% atau sekitar US$ 12 juta,” tandas sang sumber.

Sebenarnya wajar bila premi asuransi migas turun. Pasalnya, tingkat risiko asuransi migas di tanah air semakin baik. Tengok saja loss rationya tahun 2009 sebesar 40% yang tidak banyak berubah jika dibandingkan loss ratio tahun 2008. Umumnya, perusahaan asuransi akan menaikkan premi bila loss rationya mencapai 65%.

Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Eko Budiwiyono mengatakan, penurunan premi sudah tentu akan menguntungkan perusahaan asuransi maupun klien. Eko bilang, selain mengcover aset BP migas, perusahaan asuransi bisa mengcover risiko proyek dari para kontraktor.

Eko menambahkan, selama klien mereka puas dengan kinerja perusahaannya, tidak jadi masalah jika premi turun. “Dengan penurunan ini, klien bisa menghemat lebih banyak, coveragenya juga bisa lebih luas, dan efisiensi bagi migas di tanah air jadi cukup besar,” ujarnya.
http://www.kontan.co.id/index.php/keuangan/news/39364/Premi-Asuransi-Migas-Turun-27

Asuransi Bintang masuki pasar Indonesia Timur

JAKARTA (Bisnis.Com): PT Asuransi Bintang Tbk akan mengembangkan pasar ke wilayah Indonesia Timur dengan membuka 5 titik penjualan (point of sales/POS) untuk melebarkan jaringan bisnis.

Presiden Direktur Asuransi Bintang Zafar Dinesh Idham mengatakan saat ini sudah dibuka POS di Kediri dan Makasar.

Dia mengatakan pemasaran dan penjualan akan dikembangkan juga di wilayah Timur selain tentunya tetap mengandalkan kota-kota kabupaten di wilayah Jawa.

“Dengan pembukaan POS, maka ada pengembangan jaringan tanpa harus menyediakan seluruh beban fasilitas sebagaimana umumnya kantor cabang. Menurut rencana memang ada 5 POS tambahan untuk tahun ini,” katanya.

Pada akhir April, perseroan yang juga fokus pada asuransi terorisme dan sabotase ini membayar klaim atas Hotel JW Mariot Jakarta sekitar US$3,4 juta dari biaya membangun kembali (reinstatement) sebesar US$4,6 juta, bukan US$44,6 miliar sebagaimana ditulis pada berita sebelumnya.

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan premi bruto untuk konvensional hingga Rp180 miliar, naik dibandingkan dengan realisasi tahun lalu Rp145,09 miliar.

Hingga kuartal I/2010, perseroan merealisasikan premi sebesar Rp32 miliar, naik tipis dari periode yang sama tahun lalu Rp30 miliar. (wiw) http://web.bisnis.com/keuangan/asuransi/1id187885.html

Klaim Asuransi Akibat Banjir Orchard Road Ditaksir Sedikitnya Rp 39 M

Singapura - Banjir di Orchard Road, Singapura telah menimbulkan kerugian para pemilik toko yang menjadi korban banjir. Dan kini sebagian kerugian itu harus ditanggung pihak asuransi.

Klaim-klaim asuransi akibat banjir tersebut sejauh ini ditaksir mencapai sedikitnya 6 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 39 miliar. Demikian diberitakan harian Singapura, The Straits Times, Jumat (18/6/2010).

Namun angka itu kemungkinan akan bertambah seiring meningkatkan klaim yang diajukan nanti. Klaim asuransi tersebut sebagian besar datang dari peritel-peritel yang berada di lantai bawah gedung-gedung di Orchard Road.

Salah satu perusahaan asuransi, NTUC Income telah menerima sejumlah klaim dari toko-toko yang mengalami kerugian akibat banjir.

Sebelumnya diberitakan kerugian akibat banjir pada Rabu, 16 Juni itu diperkirakan mencapai jutaan dolar Singapura. Restoran cepat saji Wendy’s termasuk salah satu yang mengalami kerugian terbesar.

Resto yang baru beroperasi tiga hari sebelum banjir tersebut mengalami kerugian sekitar 500 ribu dolar Singapura atas kerusakan peralatan dan infrastrukturnya. Itu belum termasuk kerugian atas bahan-bahan makanan yang rusak terendam banjir.

http://www.detiknews.com/read/2010/06/18/123616/1381164/10/klaim-asuransi-akibat-banjir-orchard-road-ditaksir-sedikitnya-rp-39-m?utm_source=eksplore.blogspot.com&utm_medium=twitter&utm_campaign=free

Was-was Petani (Bakal) Dipayungi Asuransi

Perhatian saya tertuju pada berita kecil di halaman tengah saat membaca harian Kontan tanggal 22 Desember 2009 kemarin. Isinya sebuah perusahaan asuransi umum dengan produk perlindungan atas resiko kegagalan hasil pertanian siap menjalin kerjasama dengan Pemerintah Propinsi Bali. Walau masih persiapan, toh terkesan tinggal kenyataan serta memberikan keuntungan khususnya buat petani. Berita tersebut bisa jadi terkait dengan peringatan Hari Ketahanan Pangan tanggal 15 Desember 2009 lalu di Jakarta ketika Wapres Budiono menyerahkan penghargaan kepada 6 Gubernur, 11 Bupati, serta beberapa kelompok tani, masyarakat dan peneliti, yang dianggap berperan besar atas usaha agribisnis dan menyokong kebijakan ketahanan pangan nasional.

Asuransi pertanian diatas sesungguhnya telah dipresentasikan dihadapan Pemprov Bali bulan Juni lalu (Kontan, 9 Juni 2009), walau saat itu perizinannya baru akan diajukan kepada Depkeu, sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah No. 63 Tahun 1999 jo. PMK No. 422/KMK.06/2003 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. Merujuk pada beberapa sumber, resiko yang akan dijamin (perils insured) adalah hama atau puso dan banjir sehingga menyebabkan gagal panen. Sedangkan skimnya dilakukan dengan keterlibatan Pemprov yang akan membayar premi dari para petani selaku tertanggung. Read the rest of this entry »